- Advertisement -Newspaper WordPress ThemeNewspaper WordPress Theme
BISNISPelatihan Pembuatan Sambal Kerang "Baje," Produk Khas Desa Lompo Tengah.

Pelatihan Pembuatan Sambal Kerang “Baje,” Produk Khas Desa Lompo Tengah.

spot_imgspot_img

Barru -MOI.COM,- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Bumdes Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar telah sukses melaksanakan kegiatan workshop kewirausahaan dengan mengangkat tema “Mengembangkan Kemampuan dan Keterampilan dalam Berbisnis di Era Digital.” Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan jiwa wirausaha dan mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Lompo Tengah, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru (Selasa 19-09-2023)

Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Lompo Tengah, Ahmad Syarif Idris, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menjelaskan bahwa workshop kewirausahaan ini bertujuan untuk membantu pengembangan UMKM melalui pembuatan produk, kemasan yang menarik, dan pemasaran produk secara digital.

Koordinator Desa Posko Satu KKN Tematik Bumdes STIE Amkop Makassar 2023, Amran, menjelaskan bahwa kegiatan ini menyasar berbagai kalangan, termasuk pemuda, masyarakat, ibu-ibu PKK, dan pengelola BUMDES di enam dusun yang ada di Desa Lompo Tengah.

Kepala Desa Lompo Tengah menekankan bahwa kegiatan workshop kewirausahaan ini merupakan bagian dari program KKN STIE Amkop Makassar yang bertujuan untuk mewujudkan desa yang sejahtera. Melalui pelatihan ini, diharapkan dapat diciptakan lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat dan memberikan stimulus serta pelatihan kepada UMKM untuk terus berkembang.

READ  SMA Hang Tuah Makassar Latihan Bersama Persiapan Kegiatan City Parade

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Nur Naninsih, Saharuddin, Marhaeni Sabil, dan Ambo Rappe, yang merupakan Dosen Pembimbing Lapangan di Desa Lompo Tengah. Nur Naninsih menjelaskan bahwa menjadi seorang wirausaha memerlukan izin usaha, branding produk yang menarik, dan promosi yang kontinu. Kesabaran juga merupakan kunci sukses, karena bisnis bisa berkembang dengan lambat.

Saharuddin menyampaikan bahwa era digital membawa perubahan besar dalam perdagangan dunia, dan pemilik bisnis harus adaptif terhadap perubahan tersebut. Peluang dan tantangan bisnis di era digital termasuk kemunculan bisnis online baru, kebutuhan akan kecepatan, media pemasaran yang beragam, dan persaingan yang ketat. Transformasi digital dan inovasi dianggap sebagai kunci kesuksesan.

Ambo Rappe mendorong UMKM untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat dalam pemasaran produk. Pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan visibilitas produk dan penjualan.

Selain pelatihan kewirausahaan, workshop ini juga melibatkan pelatihan pembuatan Sambal Kerang “Baje,” produk khas Desa Lompo Tengah yang akan diluncurkan sebagai “Sensasi Sambal Kerang Khas DELOTENG.” Mahasiswa KKN STIE Amkop Makassar berkolaborasi dengan pengelola BUMDES dalam pembuatan produk ini.

READ  Ini Syarat Umrah di Tengah Pandemi. Usia Maksimal 50 Tahun

Workshop juga mencakup pelatihan pembuatan kemasan produk dan pemasaran digital melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, dan platform e-commerce.

Kegiatan workshop kewirausahaan ini mendapat respon positif dari masyarakat di Desa Lompo Tengah. Masyarakat memberikan apresiasi terhadap upaya para mahasiswa KKN dalam membantu meningkatkan perekonomian dan menciptakan peluang kerja. Harapannya, kegiatan ini dapat memotivasi masyarakat untuk menjalankan bisnis mereka sendiri di era digital yang terus berkembang.

Subscribe Today

GET EXCLUSIVE FULL ACCESS TO PREMIUM CONTENT

SUPPORT NONPROFIT JOURNALISM

EXPERT ANALYSIS OF AND EMERGING TRENDS IN CHILD WELFARE AND JUVENILE JUSTICE

TOPICAL VIDEO WEBINARS

Get unlimited access to our EXCLUSIVE Content and our archive of subscriber stories.

Exclusive content

- Advertisement -Newspaper WordPress Theme

Latest article

More article

- Advertisement -Newspaper WordPress ThemeNewspaper WordPress ThemeNewspaper WordPress ThemeNewspaper WordPress Theme