MakassarMOI.COM,-  DPW Media Online Indonesia (MOi) Sul-Sel, bekerjasama dengan SEKAT-RI menyelenggarakan “Pelatihan Jurnalistik Tingkat Pelajar SMA/SMK dan Sederajat Se-Sul-Sel” yang dilaksanakan Pada Sabtu, 20 Maret 2021 bertempat di Gedung Aula SMK SMAK MAKASSAR.


Dr. Arqam Azikin salah satu Pemateri dalam Pelatihan Jurnalis Tingkat Pelajar SMA/SMK dan sederajat. Sebagai Pengamat Politik Kebangsaan dan juga mantan aktivis Pers Mahasiswa, sehingga tidak salah panitia pelaksana mengundang beliau untuk memberikan materi buat adik-adik Peserta Pelatihan ini.

Dalam Pandangan Kk Arqam sebutan Akrab Dr. Arqam Azikin dimata adek adek Jurnalis. “Memanfaatkan Teknologi Digital Dalam Menyampaikan Berita” merupakan hal yang wajib diera 4.0. Dalam Materinya yang diberi judul “Tantangan jurnalis dan Pers Kedepan.”

Kita berada pada masa/ Era Modern atau Era 4.0 yang di mana Teknologi Digital sangat berkembang pesat, dan yang paling banyak menggunakan teknologi digital ini adalah adik-adik siswa/i pelajar kita khususnya SMA, SMK dan sederajat.

Maka dituntut bagaimana adek adek bisa bersosial media yang cerdas dan kreatif. Hari ini begitu banyak wadah untuk menjadi jurnalis. Maka tidak salah panitia membuat pelatihan yang pesertanya siswa siswi SMA dan SMK.

Kegiatan dengan tema “Wujudkan Dirimu Menjadi Jurnalis, Pelajar yang Cerdas, Unggul, Kreatif, dan Inovatif” ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Muh Jufri, M.Si, M.Psi, Psikolog

Pelatihan ini menghadirkan 4 narasumber dan satu pemateri. Keempat narasumber ini yakni, Anggota DPRD Sulsel, Rahman Pina, S.Ip, M.Si, Pengamat Politik Kebangsaan/Mantan Aktivis Pers Mahasiswa, Dr. Arqam Azikin

Selanjutnya, Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP. Muh Kadarislam Kasim, SH, Sik, M.Si dan Ketua DPW MOI Sulsel, Muslimin Yunus

Sementara Ketum SEKAT RI Muh. IQBAL SL dan WaKetum SEKAT RI Andi Zulkarnain Nurdin hadir sebagai Pemateri Utama yang membahas tentang Jurnalistik.

Dengan Adanya fasilitas Teknologi Digital ini, kata Dr. Arqam Azikin dapat membantu siswa siswi dalam menyampaikan informasi atau kejadian-kejadian yang ada di sekeliling mereka, baik itu di sekolah maupun di masyarakat, sebagai contoh kata beliau yaitu apabila adik-adik melihat jalan yang rusak mereka bisa langsung mengabarkan keadaan jalan tersebut melalui media digital, sehingga dapat langsung dilihat atau di respon oleh pemerintah setempat ucap beliau.

Pemberitaan saat ini berubah dari media cetak menjadi media digital atau disebut dengan tata informasi dunia baru kata beliau, sehingga saat ini akan muncul yang namanya koran elektronik. Yang dulunya koran itu di cetak dalam bentuk kertas saat ini sedikit demi sedikit akan berlaih ke media digital (Media Onlie).
Sebagai penutup beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini bisa menjadi kegiatan Eksrtra kulikurer, yang di mana siswa pun dapat menjadi presenter berita seperti layaknya di Televisi.**

Penulis Tahir. Editor Redaksi