Makassar – MOI.COM,- Perkuat Solidaritas Perempuan Dan seluruh Rakyat Yang Tertindas”. FPR SUL-SEL (FRONT PERJUANGAN RAKYAT SULAWESI SELATAN) yang terdiri dari BEM FE UNM, BEM FIS UNM, SERUNI SULSEL, FMN Makassar, HMJ PKO FIK UNM Dan PEMBARUAN SUL-SEL, Melakukan Orasi di Depan Kantor DPRD PROV SULAWESI SELATAN, Senin (8/3/2021)

Dalam orasinya memperingati Hari Perempuan Internasional (HPI) International Womens Day, yang ke-111, ini merupakan bentuk solidaritas terhadap kaum perempuan di seluruh dunia yang berjuang melawan ketertindasan akibat berjuasi besar komprador, tuan tanah dan kapitalis birokrat.

Sejak tahun 2019 tercatat 431.471 orang perempuan mengalami kekerasan berbasis gender yang kian tahun semakin meningkat yang membuktikan betapa tidak becusnya negara mengatasi problem perempuan. Kasus yang di dapati seruni di kota Makassar selama 3 tahun terakhir, tahun 2019 terjadi pelecehan seksual di salah satu kampus Negeri di Makassar, dan di tahun 2021 terjadi kasus KDRT yang di alami oleh Inisial (MI) sejak tahun 2016.
Dalam Aksinya FPR SUL-SEL pada momentum hari perempuan Internasional 8 maret 2021 menyatakan sikap sebagai berikut,
1. Negara harus bertanggung jawab terhadap perempuan, anak-anak dan seluruh rakyat tak berpunya selama penanganan covid 19 dan bencana.
2.Hentikan tindakan kesehatan diskriminatif terhadap perempuan, anak-anak dan rakyat tak berpunya.
3. Cabut UU cipta kerja dan peraturan turunannya.
4. Sahkan RUU PKS.
5. Stop pembungkaman demokrasi.
6. Stop diskriminasi upah dan perbaiki harga komoditas pertanian.
7. Berikan penanganan serius bagi korban KDRT dan pelecehan seksual.
8. Tindak Tegas pelaku pelecehan dan kekerasan seksual dalam kampus.

Perempuan Indonesia bangkit melawan penindasan, bangkit, bersatu, berjuang melawan segala bentuk diskriminasi
Perempuan Indonesia berjuang bersama klas buruh dan kaum tani untuk kesejahteraan dan kesetaraan ungkap Koordinator Aksi.

Penulis Usman MOI, Editor redaktur.