Makassar – MOI.COM,- Ketua Lembaga Intelektual Muda Indonesai, “Arifin” menyerukan agar pihak Dinas Pendidikan (Disdik) tidak mengintervensi Sekolah. Dalam hal pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) baik itu bos reguler, kinerja dan afirmasi. Salah satu contoh kasus di kecamatan biringkanaya terjadi intervensi yang kami anggap rawan gratifikasi dimana oknum K3S telah melakukan intervensi kesekolah – sekolah. Agar melakukan pengumpulan daftar harga belanja pesanan ke K3S di SD Daya 1 paling lambat tanggal 26 Oktober 2020. Dengan menunjuk salah satu rekanan CV. Yang kami duga ada aroma penerimaan vie, saya harap pihak kepolisian dalam hal ini tipikor untuk segera turun memeriksah K3S Kecamatan Biringkanya.

Arifin yang hadir pada sosialisai Pelayanan Publik dan Pungutan Liar yang dilaksanakan oleh Ombusdman Kota Makassar bekerjasama Media Online Indonesia. Mengatakan ada apa seorang K3S berani meminta mengumpulkan daftar harga belanja, ini tidak di benarkan dalam hal apapun, sekolah yang berhak berbelanja sesuai kebutuhannya, bukan malah di aturkan perbelanjaannya.

READ  PJ. Wali kota tunjuk Andi Bukti Djufrie Sebagai Plt Sekwan Kota Makassar.

Menurut Arifin, dana BOS yang ditransfer langsung ke rekening sekolah sepenuhnya tanggung jawab sekolah untuk mengelolanya. Memang katanya, di tiap daerah ada ketua tim bos yang ditetapkan oleh kepala daerah atas usul disdik, namun fungsinya bukan sebagai PPTK. “Oleh sebab itu dengan dalih apapun, pihak disdik tidak dapat mengintervensi sekolah dalam menggunakan dana BOS. Apalagi jika penggunaannya tidak sesuai dengan juknis,” tandas “Arifin”.

Mantan Kepala sekolah yang sudah pensiun dan di tunjuk sebagai K3S di Kecamatan Biringkanaya, ini juga tidak berhak mengintervesi sekolah yang ada di wilayahnya, forum K3S dibentuk bukan untuk mengatur-atur perbelanjaan sekolah, oleh karena itu LIMI mendukung proses pengusutan pengelolaan dana BOS agar citra sekolah tidak rusak. “Jangan sampai sekolah dijadikan ladang korupsi oleh pihak-pihak tertentu. Oleh karena itu kami meminta agar kasus ini diusut tuntas. Jangan sampai kepala sekolah menjadi tumbal,” tulis pernyataan Arifin”.

Redaksi mencoba menghubungi tim Bos Disdik Kota Makassar tapi WhatsApp dan telp kami belum di jawab. Untuk mendapatkan Klarifikasi Disdik Kota Makassar. Sementara K3S Juga belum menjawab telpon dan pesan WhatsApp dari Redaksi.

READ  Bibit Ayam Kampung Unggul (DOC) dan Karkas Ayam Kampung CBS (bibit ayam kampung unggul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here